PERBAKIN Jatim Gelar Kejuaraan Menembak, 246 Atlet Berebut Prestasi dan Bidik Level Nasional

Reporter : redaksi

SURABAYA || IPERS – Pengurus Provinsi Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Pengprov PERBAKIN) Jawa Timur menggelar Kejuaraan Menembak Piala Ketua PERBAKIN Provinsi Jawa Timur pada 7-9 Agustus 2026.

Mengusung tema “Bersatu Kita Kuat, Bersama Kita Juara”, kejuaraan berlangsung di Lapangan Tembak 50 Meter Pengprov PERBAKIN Jatim. Ajang tersebut diikuti 246 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Bali.

Ketua Pengprov PERBAKIN Jatim Mayjen TNI (Purn) Wibisono Puspitohadi mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan menjadi bagian dari upaya PERBAKIN Jatim menjaga sekaligus meningkatkan kualitas atlet menembak secara berkelanjutan.

Menurut dia, event pertandingan diperlukan untuk memantau kemampuan atlet sekaligus menjadi sarana menemukan bibit-bibit baru yang berpotensi memperkuat Jawa Timur di level nasional maupun internasional.

“PERBAKIN Jatim punya tugas mencari atlet-atlet nasional bahkan internasional. Karena itu, kami berinisiatif melaksanakan event ini,” kata Wibisono. (8/8)

Ia menegaskan, semakin banyak kompetisi digelar, semakin mudah bagi pengurus memetakan kemampuan atlet secara objektif. Evaluasi tersebut juga menjadi modal penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.

“Tanpa melakukan event, kita tidak akan mendapatkan atlet. Dari pengalaman sebelumnya, kita hanya mendapatkan satu medali. Dari pengalaman itulah kami memperbanyak event agar kemampuan atlet bisa terus termonitor,” ujarnya.

Salah satu perhatian dalam kejuaraan kali ini adalah nomor senapan angin kaliber 4,5 milimeter, termasuk senapan pompa atau uklik dan senapan PCP.

Menurut Wibisono, nomor senapan pompa sengaja dikembangkan sebagai salah satu cara menjaring bibit atlet dari berbagai daerah. Pertimbangannya, jenis senjata tersebut relatif lebih murah dan efisien sehingga dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat, termasuk pelajar.

“Kalau dengan cara mahal, kita tidak mendapatkan banyak atlet. Senapan pompa ini murah dan efisien. Atlet-atlet di daerah bisa tersalurkan kemampuan menembaknya,” jelasnya.

Ia menyebut keikutsertaan atlet usia sekolah, mulai jenjang SD hingga SMA, menjadi sinyal positif bagi pembinaan olahraga menembak di Jawa Timur.

Melalui kompetisi tersebut, atlet potensial dari daerah diharapkan dapat terdeteksi untuk kemudian dibina dan diproyeksikan naik ke tingkat provinsi.

“Dari atlet yang ada di daerah, kita tarik ke tingkat provinsi. Harapannya, dari sini muncul atlet nasional dan internasional dari semua bidang,” katanya.

Kejuaraan tersebut mempertandingkan 10 jenis nomor, dengan kategori senior dan junior, putra maupun putri. Pertandingan juga menggunakan format tiga posisi (tripos) sesuai nomor yang dipertandingkan.

Wibisono menegaskan, PERBAKIN Jatim tidak ingin sekadar memenuhi target yang diberikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Jika target KONI mencapai tujuh medali, PERBAKIN Jatim dituntut mampu meraih hasil lebih tinggi.

“Kalau tugasnya tujuh, maka kami harus mendapatkan lebih dari tujuh. Itu tugas kami sebagai pengurus PERBAKIN provinsi, tentunya dengan dukungan pemerintah kabupaten dan pemerintah kota,” tegasnya.

Karena itu, PERBAKIN Jatim berencana memperbanyak frekuensi kejuaraan di daerah. Event tidak hanya dilakukan sekali, tetapi ditargetkan dapat digelar dua hingga tiga kali untuk memperkuat sistem pembinaan dan mengukur perkembangan atlet secara berkala.

“Kita harus berniat menjadi juara. Kita harus transparan dan sportif, menunjukkan kemampuan atlet apa adanya,” ujarnya.

Ketua Panitia Agung Silo Widodo Basuki, S.H., M.H. mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum dan jajaran Pengprov PERBAKIN Jatim setelah proses pelantikan kepengurusan.

“Kami diminta untuk mengadakan kejuaraan menembak dan alhamdulillah bisa terlaksana dengan melibatkan 10 pemerintah kabupaten dan pemerintah kota dalam waktu yang cukup singkat,” kata Agung.

Menurutnya, antusiasme atlet mengikuti kejuaraan sangat tinggi. Bahkan, jumlah pendaftar melampaui kapasitas yang dapat ditampung panitia karena keterbatasan waktu dan fasilitas lapangan.

“Target peserta melampaui kapasitas. Karena keterbatasan waktu dan lapangan, kami terpaksa membatasi peserta sebelum pendaftaran berakhir. Kalau semua diterima, fasilitas yang tersedia tidak mencukupi,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Agung, menunjukkan potensi dan minat terhadap olahraga menembak di Jawa Timur cukup besar.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh jajaran PERBAKIN Jatim serta para atlet yang ikut menyukseskan kejuaraan. Ke depan, antusiasme tersebut diharapkan mendorong pelaksanaan kompetisi serupa di tingkat kabupaten dan kota.

“Kami berharap para atlet semakin bersemangat dan ke depan dapat menggelar kejuaraan di daerah masing-masing, termasuk kejuaraan tingkat pemerintah kabupaten dan kota,” tuturnya.

Kejuaraan Piala Ketua PERBAKIN Jatim ini sekaligus menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang. Selain peserta dari Jawa Timur, kompetisi juga diikuti atlet dari Jawa Tengah dan Bali, sehingga menjadi ruang kompetisi sekaligus tolok ukur kemampuan atlet antardaerah. (@dex)

Editor : redaksi

POLITIK
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru